Wednesday, July 30, 2008

NTT FILES

HOME KAMPANYE Siaran Pers Lampu Merah Pulau Sumba Lampu Merah Pulau Sumba

on Friday, 18 April 2008

Views : 326

Frans Leburaya, wakil gubenur Nusa Tenggara Timur akhir tahun lalu mengeluarkan Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum untuk PT Resource Jakarta. Luasnya sekitar 364.500 ha, meliputi juga kawasan Taman Nasional Maupeu Tanah Daruh dan Lalawangi Wanggameti di Pulau Sumba. Ijin tambang melintasi Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Sumba Barat. Ini bagai lampu merah untuk pulau Sumba. Rencana ini ditolak Blok Politik NTT.

PERNYATAAN SIKAP

No. Khusus/BPMS- NTT/04/2008

PENOLAKAN dan PENCABUTAN SK GUB NTT NO. 344/KEP/HK/2007

TENTANG

PEMBERIAN KUASA PERTAMBANGAN PENYELIDIKAN UMUM KEPADA PT. RESOURCES JAKARTA DI TAMAN NASIONAL MAUPEU –TANAH DARUH, LALAWANGI DAN WANGGAMETI, PULAU SUMBA (SUMBA TIMUR, SUBA TENGAH, SUMBA BARAT DAN SUMBA BARAT DAYA)

Momen reformasi dan transisi demokrasi yang direbut oleh gerakan mahasiswa dan gerakan masyarakat sipil lainnya pada tahun 1998 telah dibajak oleh kepentingan elit-elit politik yang tak kalah korupnya dengan elit-elit politik rezim Orde Baru dan memperhamba diri kepada kuasa modal. Elit-elit politik Orde Baru yang bergincu reformis dan elit-elit politik reformis gadungan, senyatanya semakin dalam mengakumulasi pengerukan kekayaan alam, penghancuran lingkungan hidup, pengisapan tenaga-tenaga rakyat, dan menyuburkan kekerasan. Proses-proses penghancuran sumber-sumber kehidupan rakyat ini telah mengakibatkan terjadinya krisis yang tidak terpulihkan

Momen reformasi dan transisi demokrasi telah dibajak oleh kepentingan elit-elit politik yang tak kalah korupnya dengan elit-elit politik rezim Orde Baru dan memperhamba diri kepada kuasa modal. Elit-elit politik Orde Baru yang bergincu reformis dan elit-elit politik reformis gadungan, senyatanya semakin dalam mengakumulasi pengerukan kekayaan alam, penghancuran lingkungan hidup, pengisapan tenaga-tenaga rakyat, dan menyuburkan kekerasan. Proses-proses penghancuran sumber-sumber kehidupan rakyat ini telah mengakibatkan terjadinya krisis yang tidak terpulihkan

Krisis sosial budaya terjadi karena proyek-proyek pembangunan dan perluasan investasi telah meluluhlantakkan basis sosial dan kebudayaan rakyat di seluruh penjuru Nusantara. Konflik sosial antara rakyat dan negara, rakyat dan pemodal, juga antara rakyat dan rakyat semakin marak dan kompleks serta tak terselesaikan. Konflik-konflik sosial meningkat dengan dukungan kekuatan militeristik dari pihak yang lebih berkuasa dan kuat. Ambruknya sistem kebudayaan rakyat menjadikan rakyat tak mampu melakukan reproduksi sosial bagi keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Krisis ekologi terjadi karena negara, pemodal, dan sistem pengetahuan 'modern' telah mereduksi alam menjadi onggokan komoditi yang bisa direkayasa dan dieksploitasi untuk memperoleh keuntungan ekonomi jangka pendek. Ekspansi sistem monokultur, eksploitasi hutan, industri keruk kekayaan tambang telah mengganggu dan menghancurkan fungsi-fungsi ekologi dan keseimbangan alam. Privatisasi kekayaan alam hanya diperuntukkan semata-mata tujuan komersial, bahkan dengan alasan konservasi sekalipun telah menjauhkan akses dan kontrol rakyat pada sumber-sumber kehidupan (agraria-sumber daya alam). Pada gilirannya, berbagai bencana lingkungan, seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, kekeringan, pencemaran, dan krisis air telah menjadi bencana yang harus diderita oleh rakyat dari tahun ke tahun.

Ditengah-tengah krisis seperti inilah NTT dirundung berbagai bencana, lingkungan, gisi buruk, kelaparan akibat salah urus negara yang telah berlangsung lama, Wakil Gubernur NTT malah mengeluarkan surat keputusan yang akan menjadi katalisator bencana di masa mendatang. Patut ditegaskan, pemerintahan propinsi era ini akan dicatat oleh generasi berikutnya sebagai fasilitator utama yang mempercepat terjadinya perubahan iklim,” karena, Pemerintah Propinsi NTT melalui Wakil Gubernurnya Drs. Frans Leburaya telah menunjuk PT Resource Jakarta melalui Surat Keputusan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur no.344/KEP/HK/2007 tertanggal, 18 Desember 2007 tentang Pemberian Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum Kepada PT Resources Jakarta di Taman Nasional Maupeu Tanah Daruh dan Lalawangi Wanggameti Pulau Sumba dilintas Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Sumba Barat seluar 364.500 Ha.

Pengalaman pembangunan nasional di masa lalu yang diwarnai dengan konflik hak atas sumberdaya alam antara masyarakat di satu pihak dengan pengusaha (investor) dengan dukungan para pejabat sipil DIpihak yang lain. Kondisi ini di satu pihak menyebabkan masyarakat pun merasa tidak aman mewujudkan kesejahteraannya karena sebagian besar energi sosialnya dihabiskan untuk melakukan perlawanan/resistensi

Berdasarkan argumentasi diatas maka kami aliansi masyarakat sipil NTT bersikap:

Gubernur melalui Wakil Gubernur NTT Segera mencabut Surat Keputusan yang ditandatangani oleh wakil gubernur NTT Frans Leburaya dengan no.344/KEP/HK/2007 tertanggal, 18 Desember 2007 tentang Pemberian Kuasa Pertambangan Penyelidikan Umum Kepada PT Resources Jakarta di Taman Nasional Maupeu Tanah Daruh dan Lalawangi Wanggameti Pulau Sumba dilintas Kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Sumba Barat seluar 364.500 Ha dengan alasan :

”Ke depan, bencana ekologis akan makin sering terjadi di Pulau Sumba yang sangat tergantung pada kondisi ekosistim Taman Nasional diWanggameti akibat diberlakukannya SK No.344/KEP/HK/2007 tertanggal, 18 Desember 2007 dengan kepentingan eksplorasi. Seharusnya Wakil Gubernur mengeluarkan kebijakan tentang Penyelamatan dan Pemulihan Ekosisitem Taman Nasional Wanggameti karena tingkat kegentingan yang sudah sedemikian tinggi. Bencana ekologis adalah salah satu indikator utama kegentingan tersebut”

Kami Menghimbau pada seluruh masyarakat NTT dalam pilkada kedepan harusnya lebih bijak dan selektif serta kritis memilih calon pemimpin (Gubernur dan wakil Gubernur yang punya presepktif dan komitmen terhadap pembangunan lingkungan berkelanjutan agar dapat bebas dari kemiskinan akibat salah urus negara melalui kebijakan yang tidak sensitip lingkungan dan berbasis hak dasar

Kupang, 13 April 2008

Blok Politik i Masyarakat Sipil NTT

1. Pdt .Emil Hauteas, Rote, Jaringan Sodamolek

2. Pdt. Linda Kise , Kupang - Penfui

3. Pdt. Vian Makonimau , Takari

4. Jhon Balla, Bapikir, Maumere

5. Adrianus Pandie - Masy adat Rote-Nado

6. Martinus, Serikat Petani Manggarai

7. Samgar-Forum Lintas Desa-TTS

8. Arifin Betty, PIAR-TTS

9. Zarwo-Cis Timor

10. Viktor Manbait-Lakmas-TTU

11. Vincent Bureni -Bengkel Appek-Kupang

12. Eli Neonufa-Sek Forum Lintas Desa-TTS

13. Lery Mboeik-PIAR

14. Anton-Demos

15. Yustus Maro-Alor

16. Umbu – Sumteng-Presidium Pemuda

17. Abi Lololau-PKL Ampera

18. Paulus Paudju-Keuskupan Waetabula

19. Robert Mirsel-Maumere-Chandra ditya

20. Mustafa Makarim – NU

21. Abdulah – Suara HAM NU

22. Ruth Mesak –Rote Barat Daya

23. Sarce Foeh –Forum Warga Rote-Ndao

24. Pdt Ardy Lay-Sodamole-Rote

25. Libby S-Rumah Perempuan

26. Sofia De Haan-YAO

27. Ana Djukana-Kursor

28. Geby Emang-Anti Korupsi-Ende

29. Rm Dominikus Nong-Ketua Sekolah Tinggi Pastoral Ende, Sek KA Ende, Ketua J&P

30. Adi Nange – CO Kota Kupang

31. Pace Saubaki – Kel. Masy Adat

32. Romo Frans Amanue-Flotim

33. Dina Dethan Penpada-Sinode

34. Pendeta Sely Dethan Messak-Belu

35. Asmara Nababan

36. Yola Kase - TTS

37. Maria G. S. Ratna – Sopan Manggarai

38. Rony Marut – YBDM Manggarai

39. Wempi Anggal – Radio Komunitas Manggarai tengah

40. Agus Malana – Sumba Tengah

41. Abdulah Ulu Mando-PWI NU NTT

42. Heru Susanto – PW NU - NTT

43. Lodia Lukas, Belu-Penggungsi

44. Novita Amin, Fatayat NU

45. Megawati – Fatayat NU

46. Juwita Mustafa – Fatayat NU

47. Herman Lawa – Kota Kupang

48. Eldo Saubaki – Masy Adat

49. Esau Loe, Forum Warga Rote

50. Sevan Aome – Forum Warga Oesusu

51. Hesron Hailitik – Pemuda Gereja

52. Ian Hora Aba – Aliansi Kota

53. Lamber Poro – Forum Warga

54. Pdt. T. S. Makonimau – Takari

55. Novi Bela – PIAR

56. Yuli – Pemuda

57. Siti Asmah Yahya – NU

58. Asmara Nababan - Demos

59. Abdulah – ICW

60. Lamber Doke

KAMIS PUTIH KORBAN LAPINDO

Mari menunjukkan solidaritas kepada korban Lapindo. Pakailah baju putih pada Kamis, 29 Mei. Itu tanggal saat lumpur Lapindo menggenangi Porong Sidoarjo, dua tahun lalu.

Baca Juga

Lomba Opini Tambang, Perempuan & Hutan Lindung

Info Lomba Opini : Raja Ampat dan PP No 2/ 2008

Info Lomba Opini: Nasib Pulau Kecil, Jika hutannya Ditambang

Kado Hari Bumi - Cuma 300 Perak

Dunia&Tambang : SBY dan Santa Cruz

Undangan Love Monday Discussion

Apa Materi Gugatan Walhi Vs Newmont ?, 18 desember 2007

Pemirsa Online

0 member(s)Nobody and 15 guest(s)

192 registered

1 today

12 this week

44 this month

Last: nov

Dampingan Teknis

JATAM RSS

Panduan Berlangganan Artikel JATAM

Video Galeri

Pilihan Pemirsa

Daftar Kasus Pertambangan

PT. Lapindo Brantas Inc.

EMPAT DEKADE INDUSTRI PERTAMBANGAN INDONESIA, 10 Juli 2007

PT. Meares Soputan Mining

MERAIH BERKAT, MENGUSIR LAKNAT:

PT. Freeport McMoran Indonesia

BERANIKAH KANADA MEREGULASI PERUSAHAAN TAMBANGNYA DILUAR NEGERI?

LISTRIK DI JAWA, DEBU DI CILACAP - 26 Juli 2007

Hentikan Intervensi Asing Terhadap RUU Penanaman Modal, 16 Maret 2007

PARLEMEN, BUAYA & ASET NEGARA

Copyright © 2005 - 2008 Jaringan Advokasi Tambang.

re-Designed by Bentang Alam

Selengkapnya...

NTT FILES

skip to main | skip to sidebar

Mingguan SPIRIT NTT

Media informasi pemerintahan dan pembangunan Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dipersembahkan oleh pengelola Mingguan SPIRIT NTT, media yang diterbitkan PT Timor Media Grafika yang juga induk semang Harian Pos Kupang. Terima kasih telah berkunjung ke sini.

Cari File SPIRIT

Google
Enter your search terms

Web

www.google.com

Submit search form

Daftar Isi

Arsip


Visit Kampung Academia NTT

hit counter script

Welcome to SPIRIT

Live traffic feed

Indonesia arrived from google.co.id on "Mingguan SPIRIT NTT: Ketika Waingapu menjalani sejarah penting"

Indonesia arrived from google.co.id on "Mingguan SPIRIT NTT: Maret 2008"

Indonesia arrived from indomedia.com on "Mingguan SPIRIT NTT"

Kediri, Jawa Timur arrived on "Mingguan SPIRIT NTT: Desember 2007"

Indonesia arrived from google.co.id on "Mingguan SPIRIT NTT: Mell Adoe pimpin sidang I 2008"

Pekalongan, Jawa Tengah arrived from google.co.id on "Mingguan SPIRIT NTT: Pelanggan PLN dengan sistem AMR sedang didata"

Los Angeles, California arrived from id.search.yahoo.com on "Mingguan SPIRIT NTT: Kabupaten Kupang kirim 20 duta MTQ"

Melbourne, Victoria left "Mingguan SPIRIT NTT" via mosalaki.multiply.com

Indonesia arrived from google.co.id on "Mingguan SPIRIT NTT: PLT Mikro Hidro dibangun di Lamaknen"

Melbourne, Victoria arrived from indomedia.com on "Mingguan SPIRIT NTT"

Options>>

∙ Ignore my browser
∙ Live Traffic Map
∙ Popular Pages Today

Click to get FEEDJIT

Feedjit Live Blog Stats

Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Ketika Waingapu menjalani sejarah penting

Spirit NTT 24-31 Desember 2007

WAINGAPU, Ibu kota Kabupaten Sumba Timur, merupakan kota terbesar di Pulau Sumba. Waingapu juga mengalami sejumlah aset sejarah yang penting, termasuk merasakan benar seperti apa rasanya berhadapan dengan kekuatan militer Jepang yang begitu agresif.
Pulau Sumba dibagi ke dalam dua kabupaten yaitu Sumba Barat yang beribukota Waikabubak dan Sumba Timur yang beribukota di Waingapu. Waingapu bisa dibilang menjadi kota terbesar di Sumba. Di kota itulah terdapat bandar udara dan pelabuhan yang menghubungkan Sumba dengan Pulau Sumbawa, Flores dan Pulau Timor.
Propinsi Nusa Tenggara Timur sendiri terkenal sebagai daerah kering dengan curah hujan yang paling rendah di Indonesia. Sumba Timur sendiri, yang beribukota di Waingapu, dikenal sebagai daerah yang tandus dan berbatu-batu.
Dalam buku "East Sumba: A Hidden Treasure in the Archipelago", Sumba Timur dilukiskan sebagai kawasan yang tidak hanya kering, tetapi juga begitu sunyi. "Dari kota Waingapu hingga ke pedesaan sekitarnya atau lebih lagi ke bagian barat dan selatan, bahkan ke mana saja di daerah ini, sebuah kesan kesunyian yang bersahabat akan segera terasa," demikian buku itu melukiskan Sumba Timur dan Waingapu.
Arti penting Waingapu bagi Pulau Sumba itulah yang membuat Jepang pernah menyerang kota tersebut dari udara. Dengan mengerahkan pesawat-pesawat pembom, Waingapu dihujani bom yang bukan hanya menghancurkan Waingapu, tetapi juga menewaskan ratusan orang Sumba. Bahkan ada yang menengarai, orang Waingapu yang menjadi korban pemboman itu mencapai 2 ribu orang lebih.
Sebelum dikunjungi oleh bangsa-bangsa Eropa, Pulau Sumba sempat dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. VOC sendiri sempat menandatangani traktat perjanjian dengan penguasa di Sumba pada 1756, hampir bersamaan dengan ditandatanganinya Perjanjian Giyanti di Jawa.
Pemerintah kolonial Hindia Belanda mulai menancapkan pengaruhnya secara ekstensif di akhir-akhir abad 19. Menyusul perang antar kelompok yang kerap mengganggu perniagaan, Belanda akhirnya membentuk kekuasaan militer di Sumba dengan menunjuk seorang penguasa lokal sebagai wakil pemerintah Hindia Belanda.
Di Sumba, memang kerap terjadi perang antar kelompok dan suku serta perdagangan budak (maramba). Larangan perdagangan budak dari Sumba oleh Belanda sempat memicu perlawanan cukup besar di Flores, terutama dipicu oleh turut campurnya Belanda terhadap rencana pernikahan seorang pembesar Ende, Baranuri, dengan seorang perempuan dari Sumba.
Kondisi alam Sumba, terutama di Waingapu, yang memiliki banyak sabana, membuat Belanda mencoba membangun usaha peternakan. Pada tahun 1906, Belanda mulai mengirimkan bibit sapi ongole ke Waingapu. Pada 1914, Belanda menetapkan Sumba sebagai pusat pembibitan sapi ongole murni.
Jauh sebelum itu, penduduk Sumba lebih dulu akrab dengan kuda. Orang-orang Sumba memiliki ikatan batin, historis bahkan eskatologis dengan binatang kuda. Sandelwood adalah kuda dari Sumba yang terkenal memiliki kekuatan dan daya tahan yang tinggi. Banyak yang percaya kuda sandelwood adalah kendaraan leluhur orang Sumba.
Kuda tak hanya menjadi kendaraan transportasi, tetapi juga dilibatkan dalam sejumlah upacara-upacara penting orang Sumba yang menganut kepercayaan Marapu. Salah satu upacara paling terkenal di Sumba, yaitu pasola yang merupakan upacara peperangan dengan melempar tombak (sekarang kayu) sembari menunggangi kuda.
Orang-orang Sumba juga memelihara kuda untuk diperjualbelikan. Tradisi ini sudah berlangsung lama. Sejak 1840-an, orang-orang di kawasan Sumba Timur, terutama melalui Waingapu, sudah melakukan perdagangan kuda dengan pedagang-pedagang dari luar pulau.
Sewaktu berada di Uzbekistan pada 1970, Taufik Ismail pernah menulis puisi Sumba yang berjudul "Beri Daku Sumba." Puisi itu menggambarkan dengan baik seperti apa ikatan batin orang-orang Sumba dengan kuda. Salah satu bait puisi itu berbunyi: "Rinduku pada Sumba adalah rindu seribu ekor kuda yang turun menggemuruh di kaki-kaki bukit yang jauh...." (taufik rahzen)

Spirit NTT

0 komentar:

Posting Lebih Baru Posting Lama Halaman Muka

Berlangganan: Posting Komentar (Atom)

Menurut Anda siapa yang akan meraih suara terbanyak dalam Pilgub NTT 2008?

Buku Tamu



Pemda se-NTT

Warta NTT

Klik sini!

Blog anak Flobamora

Support by

Support by

GMT + 8 = KUPANG

Indahnya Flobamora

Skin Design: Free Blogger Skins


Selengkapnya...